Laman

Jumat, 14 Mei 2010

FYI

This needs your writing in Bahasa Indonesia, not English though.
You may try and show your best ideas!

+yoga


http://anbti. org/lomba- esai/

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Aliansi
Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) mengundang orang muda
Indonesia berpartisipasi dalam lomba esai bertema € ¢â’ ’¼Kita Peduli€ ¢â’ ’½.
Tema ini diinspirasi oleh semangat Sumpah Pemuda 1928 di mana pada
saat itu orang muda mau mengambil tanggungjawab ikut memecahkan
persoalan bangsa. Dengan semangat persatuan, mereka berjuang bersama,
melunturkan sekat-sekat primordialisme agama, dan etnis memperjuangkan
cita-cita bersama, menghapus segala bentuk penjajahan. Dengan semangat
yang sama pula, melalui lomba ini orang muda Indonesia diharapkan
memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian dalam ikut berusaha memecahkan
persoalan bangsa dengan segala penyakit sosialnya.
Tema ini akan dikhususkan pada tiga sub tema:
* Indonesia negara Maritim. Sebagai negara kepulauan, Indonesia
disatukan oleh laut. Namun, selama ini, paradigma pembangunan di
Indonesia masih mengabaikan laut sebagai prioritas utama pembangunan.
* Kesetaraan Gender. Kesetaraan gender berarti kesamaan peran bagi
laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-hak yang
sama sebagai sesama manusia. Kesetaraan gender meliputi penghapusan
diskriminasi dan ketidakadilan struktural, baik terhadap laki-laki
maupun perempuan. Keadilan gender berarti tidak adanya pembakuan peran,
beban ganda, subordinasi, marginalisasi, dan kekerasan terhadap
perempuan maupun laki-laki.
* Eksistensi Masyarakat Adat. Diskriminasi terhadap masyarakat adat
khususnya penganut kepercayaan lokal terus saja terjadi. Parahnya,
diskriminasi ini dilakukan secara sistematis, karena negara kerap
membuat berbagai kebijakan publik dalam bentuk UU yang terus
mendiskriminasi masyarakat adat. Seperti pengabaian atas pengakuan agama dan kepercayaan yang mereka anut. Pemerintah masih melanggengkan
pengakuan terhadap € ¢â’ ’¼agama resmi dan tidak resmi€ ¢â’ ’½ yang memarginalkan
kelompok masyarakat di luar enam agama yang difasilitasi oleh negara
(Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan yang baru diresmikan,
Khonghucu). Selain itu, persoalan eksistensi kehidupan masyarakat adat
juga sering digusur oleh kepentingan pemodal yang ingin mengeksploitasi
tanah-tanah adat.
Syarat Lomba
1. Diikuti oleh Peserta Perorangan. Baik pelajar SMA, SMK atau yang
setingkat dan mahasiswa (D3/S1).
2. Tulisan berbentuk esai dan belum pernah dipublikasikan.
3. Panjang tulisan maksimal 8.000 karakter (termasuk spasi) tidak
termasuk halaman yang menjelaskan identitas peserta. Spasi rangkap
dengan tipe huruf Times New Roman dengan font size 12.
Pengiriman tulisan
1. Tulisan dikirim via pos ke alamat: Jl. Tebet Barat Dalam VII No. 19
Jakarta Selatan 12810, atau melalui email ke lombaesai@anbti. org
2. Mencantumkan kode € ¢â’ ’¼Penulis€ ¢â’ ’½ pada amplop luar di bagian kiri atas
3. Batas waktu penerimaan tulisan di panitia pada 2 Juli 2010 cap pos.
4. Tulisan disertai nama penulis, fotokopi bukti diri (KTP/Kartu
Pelajar/ Kartu Mahasiswa), alamat lengkap sekolah/rumah, serta nomor
telepon (sekolah/rumah/ handphone) .
Pemenang dan hadiah
1. Panitia menetapkan Juara I, II, dan III pada masing-masing kategori
(pelajar dan mahasiswa). Juara I, II, III masing-masing akan mendapatkan tabungan sebesar Rp 10 juta, Rp 7,5 juta, dan Rp 5 juta (pajak
ditanggung panitia).
2. Pengumuman tiga puluh penulis terbaik akan ditampilkan di www.anbti.org pada 24 Juli 2010.
3. Tiga puluh penulis terbaik (pelajar dan mahasiswa, masing-masing 15
orang) akan mendapatkan pelatihan penulisan dan paket wisata ke
Yogyakarta.
4. Penentuan pemenang lomba (Juara I, II, dan III) akan diumumkan pada
28 Oktober 2010 dan ditampilkan dalam situs web ANBTI, www.anbti.org.
5. Karya pemenang lomba dan 30 penulis terbaik (pelajar dan mahasiswa)
akan diterbitkan dalam sebuah buku.
6. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
Juri
Dewan juri terdiri dari:
* Ignatius Haryanto, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangunan
* Ayu Utami, Novelis
* Ratna Hapsari Rudjito, Ketua Asosiasi Guru Sejarah
Indonesia (AGSI)
Keterangan Lebih lanjut bisa di menghubungi panitia, Contact
person : 021 94 59 55 26 (Malia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar